News

Metrotvnews.com, Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyayangkan tidak adanya informasi dari pemerintah terkait hasil penelitian terhadap sejumlah susu formula bayi yang terkontaminasi bakteri. Menurut YLKI, seharusnya informasi ini disampaikan ke publik untuk kenyamanan konsumen. Hal tersebut diutarakan Ketua YLKI Huznah Zahir di Jakarta, Selasa (26/2).

Menurut Huznah, segala penyimpangan terhadap suatu produk yang berhasil diteliti harus dipublikasikan. Penyimpangan tidak hanya berupa kandungan berbahaya dalam suatu produk, namun juga bila terjadi perbedaan kualitas produk dengan yang tertera di kemasan produk tersebut.

YLKI mendesak adanya langkah konkrit dari pemerintah serta menyampaikan kepada publik mengenai tindak lanjut yang sudah dilakukan instansi terkait. Tujuannya, agar masyarakat tidak resah dan dapat menentukan pilihan atas produk yang akan digunakan.

Keberadaan sejumlah produk susu formula dan makanan bayi yang tercemar mikroba terungkap dalam hasil laporan survei peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dipublikasikan tahun 2006. Penelitian dilakukan ahli hispatologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Sri Estuningsih. Rentang penelitian antara tahun 2003 hingga 2006. Ia meneliti 22 sampel susu formula bayi yang beredar di pasaran.

Hasilnya, ditemukan sepertiga dari 22 sampel susu formula tersebut terkontaminasi bakteri entero bacter sakazaki. Penelitian ini menyimpulkan, susu formula bayi yang terkontaminasi bakteri bisa menimbulkan penyakit, seperti enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi di bawah satu tahun.

Penelitian ini tidak menyebutkan nama produk yang tercemar. Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin, standar baku operasi BPOM seluruh dunia tidak memungkinkan pengumuman nama produk yang tercemar mikroba. Menindaklanjuti temuan peneliti IPB itu, BPOM melakukan tes laboratorium dan meminta lini produk bersangkutan ditarik jika terbukti tercemar.

Menurut Husniah, pengumuman baru akan dilakukan jika produk makanan tercemar bahan berbahaya, seperti merkuri. Diakui Husniah, potensi pencemaran pada produk makanan memang selalu ada. Namun, masyarakat diminta tidak cemas karena untuk mengantisipasinya BPOM melakukan serial sampling empat kali dalam setahun.

Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari juga akan mempertanyakan lebih jauh soal penelitian yang dilakukan peneliti IPB tentang susu formula yang tercemar bakteri. Menteri Kesehatan juga akan memeriksa kembali apakah masalah ini sudah dilaporkan Badan POM kepadanya.(DOR)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: